Bina Mualaf Bumi Asri

1. Ada (wujud) lawannya tidak ada (adam),

2. Dahulu (qadim) lawannya baru (hadits):

3. Kekal (bqa') lawannya berubah-ubah (fana'),

4. Tidak menyerupai sesuatu (mukhalafatu lil hawadits) lawannya menyerupai sesuatu (mumatsalatu lil hawaditsi).

5. Berdiri sendiri (qiyamuhu binafsihi) lawannya berhajat kepada yang lain (al-ihtiyaju lighairihi):

6. Esa (wahdaniyat) lawannya berbilang (ta'addud);

7. Kuasa (qudrat) lawannya tidak kuasa (ajz);

8. Berkehendak (iradah) lawannya terpaksa (karahah).

9. Mengetahui ('ilm) lawannya bodoh (jahl).

10. Hidup (hayat) lawannya mati (maut);

11. Mendengar (sama') lawannya tuli (shaman);

12. Melihat (bashar) lawannya buta ('umyu);

13. Berbicara (kalam) lawannya bisu (bukm);

14. Yang Berkuasa (qadiran) lawannya Yang tidak berkuasa (ajizan),

15. Yang Berkemauan (muridan) lawannya Yang Terpaksa (mukrahan):

16. Yang berpengetahuan ('alim) lawannya Yang Bodoh (jahil);

17. Yang Hidup (hayyan) lawannya Yang Mati (mayyit);

18. Yang Mendengar (sami'an) lawannya Yang Tuli (ashamm);

19. Yang Melihat (basyiran) lawannya Yang Buta (a'ma);

20. Yang Berbicara (mutakalliman) lawannya Yang Bisu (abkam).

Adapun Sifat Jaiz Bagi Allah SWT adalah bahwa Allah berbuat apa yang dikehendaki. Allah menjadikan alam ini bukanlah suatu keharusan. Apabila menjadi suatu keharusan, berarti semuanya hawadits, itu tidak mungkin terjadi namanya. Apabila Allah menghendaki, maka terjadilah barang itu berwujud, dan apabila Allah tidak menghendaki, maka tidak pula terwujud.

Dari keterangan itu semuanya, ternyata Allah membuat atau tidak membuat segala sesuatu yang mungkin ini, hanyalah kemungkinan belaka. Sifat membuat alam ini atau tidak membuatnya adalah sifat jaiz bagi Allah. Artinya hal itu bisa saja boleh terjadi atau tidak terjadi. Apabila dikehendaki,

maka hal itu diadakanlah dan terjadi, dan apabila tidak dikehendaki, tidak diadakan dan tidak terjadi.

Lanjut ke Materi Berikutnya