Bina Mualaf Bumi Asri

4. Apa Saja yang Harus dilakukan Setelah Menjadi Muallaf?

Setelah mengetahui pengertian dan keutamaan menjadi mualaf, tak kalah penting, ada pula beberapa hal yang mesti diketahui tentang apa saja yang harus dilakukan oleh seorang yang telah memilih menjadi mualaf, sebagai berikut.

a. Perbaiki niat masuk Islam

Niat merupakan pondasi dari setiap amal perbuatan dalam Islam. Sebagai pondasi, maka diterima atau ditolaknya amal perbuatan manusia, tergantung bagaimana niatnya. Rasulullah Saw., bersabda,

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوْجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

"Dari Umar radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Niat yang dibenarkan ketika menjadi seorang mualaf adalah semata-mata dimaksudkan untuk taat terhadap segala apa yang diperintahkan oleh Allah Swt, dimana perintah itu tercakup dalam agama yang didiwahyukan kepada Rasulullah Saw. Ini lah rumusan sederhana dalam memahami apa yang dimaksud dengan niat yang ikhlas.

Oleh karena itu, tidak dibenarkan menjadi mualaf karena alasan apapun, selain mengharapkan keridhaan Allah Swt. Lantas, bagaimana jika seseorang menjadi muallaf karena ingin menikah? Dalam hal ini, jika perkenalan dengan Islam lewat calon yang ingin dinikahi, atau bermaksud

Lanjut ke Materi Berikutnya