طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim".
Sebagai mualaf, yang pertama sekali harus dipelajari adalah ilmu tauhid atau tentang akidah, yakni pengetahuan tentang mengesakan Allah Swt.
Dzat, sifat dan af'alnya. Dan beberapa turunannya yang berkaitan dengan malaikat-malaikat; kitab-kitab; rasul-rasul; hari akhirat; dan Qada serta Qadar. Setelah itu, mempelajari pula bagaimana tatacara beribadah, seperti salat dan rukun salat, zakat, puasa, serta haji. Tidak hanya sampai di situ, seorang mualaf juga harus mempelajari bagaimana Islam mengajarkan tentang hubungan sesama manusia dan lain sebagainya. Insya Allah, akan dijelaskan lebih lanjut pada pembahasan berikutnya.
c. Bersabar di atas cobaan yang datang bertubi-tubi
Dari berbagai pengalaman orang-orang yang mualaf, bukan berarti setelah menjadi muslim maka kehidupan luput dari ujian dan cobaan. Sudah menjadi rahasia umum bagaimana beratnya ujian yang dihadapi oleh orang yang masuk Islam. Di antara mereka ada yang terbuang dari keluarganya, ada yang mengalami penyiksaan dan diusir, ada yang dipecat dari pekerjaannya, ada yang diberikan penyakit berat, dan ada yang tidak punya keturunan sejak dia menikah. Semua itu adalah bagian dari ujian yang mesti dijalani setiap orang yang telah mengikrarkan keimanannya. Tapi ingat, ujian dari Allah subhanahu wata'ala adalah untuk menguatkan kualitas iman kepada-Nya.
Allah Swt., berfirman, dalam Q.S. al-Ankabut (29) ayat 2:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Terjemahnya: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Namun, perlu diingat, berbanggalah mereka yang diuji keimanannya, hal ini menunjukkan bahwa iman itu telah benar-benar ada. Dan sebab Maha Kasih-Nya Allah Swt, ujian itu pun akan menjadi media penambah keimanan dan kedekatan terhadap Allah Swt.