Bina Mualaf Bumi Asri

Ketentuan ini ada yang ditetapkan secara pasti dan tidak dapat diubah sama sekali, dan ada pula pelaksanaan ketentuan itu diserahkan kepada usaha manusia. Untuk meyakini keberadaan qadla' dan qadar Allah bisa dibaca ayat-ayat al-Quran, seperti QS. al-Qamar (54): 49, QS. al-Furqan (25): 2, QS. al-A'la (87): 1-3, QS. al-Hadid (57): 22, dan juga beberapa hadits Nabi Muhammad Saw, di antaranya Nabi bersabda: "Allah telah menetapkan takdir pada semua makhluk-Nya lima puluh tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, dan Dia berfirman bahwa 'Arasy-Nya di atas air" (HR. Muslim).

Iman kepada qadla' dan qadar Allah akan memudahkan kita memahami berbagai ketentuan Allah (sunnatullah) yang terjadi pada setiap makhluk ciptaannya, misalnya kehidupan manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan dalam hal pertumbuhan, perkembangan, kekekalan, dan kehancurannya, yang semuanya bertalian dengan ketetapan Allah yang tidak berubah dan berganti. Dengan itulah maka terjadi keteraturan dalam kehidupan di alam semesta ini dan semuanya berjalan sampai batas akhir yang ditentukan. Ini semua merupakan bagian dari qadla' dan qadar Allah yang harus kita pahami dan kita imani.

Qadla' dan qadar Allah menunjukkan ilmu Allah yang azali (ada sejak semula dan tidak berubah) tentang segala sesuatu yang ingin diwujudkan-Nya, baik dari alam, manusia, binatang, dan tumbuhan, maupun segala kejadian yang terjadi pada semua itu.

Penentuan penciptaan tentang hal-hal tersebut telah tertulis di Lauh Mahfuzh, terkait dengan jumlahnya, bentuknya, sifatnya, masa dan tempatnya, sebab-sebabnya, dan akibat-akibatnya, tanpa sedikit pun meleset dari apa yang telah ditetapkan-Nya.

Keimanan terhadap qadla' dan qadar Allah dapat dijelaskan dalam empat hal berikut:

1. Keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui dengan pasti peristiwa yang telah dan akan terjadi. Allah mengetahui segala keadaan hamba-Nya. Allah mengetahui rizki, ajal, dan amal perbuatan mereka;

2. Keyakinan akan adanya aturan Allah yang diberikan pada setiap makhluk;

3. Keyakinan bahwa kehendak Allah bersifat pasti dan tidak bisa diganggu gugat. Jika Allah berkehendak, maka terjadilah, dan jika

4. Keyakinan bahwa Allah pencipta seluruh makhluk. Tidak ada pencipta selain Dia.

Qadla' dan qadar Allah, atau yang biasa disebut takdir Allah, secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Takdir yang diterima dan dipercayai oleh setiap orang yang beriman kepada Allah dan tidak ada seorang pun yang menolaknya. Takdir ini biasa disebut dengan taqdir mubram. Bentuk takdir ini misalnya adalah penciptaan alam semesta dan ketentuan-ketentuan serta kejadian-kejadian yang ada di dalamnya. Kejadian-kejadian yang terjadi di alam ini bisa berupa hidup atau mati, subur atau tandus, dan apa pun yang menimpa manusia tanpa sengaja yang tidak dapat dihindari, seperti dilahirkan berjenis laki-laki atau perempuan, cantik/ganteng atau jelek, tinggi atau pendek, dilahirkan di tempat tertentu dan pada waktu tertentu. Termasuk dalam hal ini ketetapan tentang bahagia atau sengsara, rezeki, dan ajalnya.

2. Takdir khusus yang berkaitan dengan perbuatan manusia dalam hal baik dan buruknya serta manfaat dan madlaratnya. Takdir ini biasa disebut dengan taqdir mu'allaq. Takdir ini pelaksanaannya digantungkan pada usaha (ikhtiar) manusia. Contoh dari takdir ini adalah kepandaian, kekayaan, dan kesehatan. Untuk mendapatkan ketiga macam hal ini, manusia tidak cukup hanya menunggu putusan dari Allah, tetapi ia harus berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Untuk meraih kepandaian, misalnya, seseorang harus belajar giat. Untuk mendapatkan kekayaan, ia harus bekerja keras dan tidak berlaku boros. Sedang untuk menjaga kesehatan, ia harus menjaga pola makan yang bersih dan sehat, tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan dan tidak memakan makanan yang mengandung penyakit, dan sebagainya.

3. Rangkuman

a. Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan).

b. Rukun Iman ada enam: Beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, Rasul-Rasul, Hari Akhirat, dan Qada serta Qadar.

Beriman kepada Allah berarti seorang muslim mengimani keesaan Zat-Nya, keesaan Sifat-Nya, keesaan Perbuatan-Nya, dan keesaan dalam beribadah hanya kepada Allah.

4. Kita tidak diwajibkan mengetahui hakikat dari malaikat itu. Cukuplah kita mempercayai saja akan keberadaannya, dengan sifat-sifat yang tersebut dalam Al-Qur'an. Para Nabi dan Rasul dapat melihat malaikat pembawa wahyu yang terkadang menjelma sebagai manusia dengan kehendak Allah, dan terkadang pun tidak bertubuh seperti manusia.

e. Dalam aspek akidah atau tauhid, mengimani dan mempercayai kitab-kitab suci yang pernah diturunkan Allah SWT kepada para nabi-Nya merupakan salah satu dari rukun iman, yaitu rukun iman ketiga. Pengejawantahan rukun iman ketiga ini pada dasarnya adalah meyakini bahwa Allah SWT memiliki kitab-kitab yang diturunkan sebagai wahyu kepada nabi-nabi-Nya. Kitab-kitab tersebut menjelaskan perintah-perintah, larangan-larangan, janji-janji, dan ancaman-Nya.

1. Iman kepada Rasul adalah salah satu rukun iman yang keempat. Oleh karena itu, sebagai orang muslim harus meyakini dengan sepenuh hati bahwasanya Allah telah mengutus rasul-rasul-Nya kepada umat manusia untuk mengarahkan manusia ke jalan yang benar.

g. Iman kepada hari akhir terkait erat dengan iman kepada Allah. Keyakinan akan kemahaadilan Allah akan dapat diterima dengan mengimani hari akhir. Tidak mungkin seseorang akan dapat memahami keadilan Allah yang sempurna tanpa mengimani adanya hari akhir ini. Karena itu, iman kepada hari akhir merupakan pilar iman yang utama setelah iman kepada Allah. Hal ini terbukti dengan disebutnya iman kepada hari akhir selalu berurutan dengan iman kepada Allah, baik dalam al-Qur’an maupun dalam hadits Nabi. Mengimani hari akhir sekaligus mengimani pula hal-hal yang terkait dengan hari akhir.

h. Iman kepada qadla' dan qadar Allah juga merupakan konsekuensi logis atau akibat langsung dari iman kepada Allah. Mengimani Allah harus disertai dengan mengimani ketetapan-ketetapan-Nya. Karena itu, iman kepada qadla' dan qadar merupakan satu bagian dari keseluruhan iman yang sempurna.

Latihan:

1. Jelaskan makna Iman!

2. Berapa jumlah rukun iman? Jelaskan!

3. Berapa jumlah sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah? Jelaskan!

4. Sebutkan nama-nama malaikat wajib diketahui?

5. Bagaimana kedudukan al-Quran dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya?

6. Apa alasan Nabi Muhammad Saw. adalah Nabi terakhir?

7. Berapa fase yang dilewati manusia pada hari akhirat?

8. Apa perbedaan takdir mubram dan takdir muallaq?

Lanjut ke Materi Berikutnya