Bina Mualaf Bumi Asri

d. Hikmah Ibadah dan Pengaruhnya dalam Kehidupan

Setiap ibadah mempunyai hikmah bagi hidup dan kehidupan manusia. Bagi seorang muslim, ibadah sangatlah berpengaruh, baik di dunia maupun di akhirat. Untuk memperjelas hal tersebut, berikut ini beberapa poin penting yang menunjukkan besarnya pengaruh positif ibadah dan amal saleh dalam kehidupan seorang muslim dalam hidupnya:

1. Membentuk kehidupan dan akhlak seorang muslim dengan corak rabbani, menjadikannya berorientasi kepada Allah SWT dalam segala hal yang dilakukannya. Ia melaksanakannya dengan niat seorang ‘abid (hamba) yang ikhlas dan dengan jiwa yang tekun dalam ibadah. Hal ini mendorongnya untuk memperbanyak amal kebaikan serta menjalankan kehidupan secara optimal. Ibadah menjadi sarana untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Azza wa Jalla.

2. Ibadah juga mengajarkan manusia untuk mengikhlaskan amal (pekerjaan) duniawinya, meningkatkan kualitas dan ketekunan dalam pekerjaan tersebut, selama ia mempersembahkan amal itu hanya kepada Allah demi mengharap ridha-Nya.

3. Memberikan kepada seorang muslim kesatuan orientasi dan tujuan dalam seluruh aspek kehidupannya, yakni ridha Allah SWT. Dalam setiap apa yang dilakukan dan yang ditinggalkan, ia selalu berorientasi kepada Rabb-nya. Tidak ada dikotomi atau dualisme antara urusan dunia dan akhirat dalam kepribadiannya.

4. Kebahagiaan dan kesenangan hidup yang hakiki di dunia dan di akhirat. Allah Ta'ala berfirman dalam Q.S. an-Nahl ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

5. Kemudahan dalam segala urusan dan solusi atas berbagai permasalahan hidup. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Ath-Thalaq ayat 2–3:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (۲) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

6. Kemanisan dan kelezatan iman, yang merupakan tanda kesempurnaan iman. Seseorang akan merasakan manis dan lezatnya iman apabila ia ridha Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya. Karena dengan keridhaannya itu, ia akan ikhlas melaksanakan ibadah dan amalan-amalan yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, tanpa merasa berat atau terpaksa.

Tidak hanya memberikan manfaat secara individu, ibadah juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, ibadah juga mengandung nilai-nilai solidaritas dan kesejahteraan sosial bagi umat manusia secara umum.

Dalam ibadah mahdhah seperti shalat, yang sering dilakukan secara berjamaah—baik harian (shalat lima waktu), mingguan (shalat Jumat), maupun tahunan (shalat Idul Fitri dan Idul Adha)—terdapat pengaruh besar terhadap kehidupan bermasyarakat dan mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan.

Shalat berjamaah mendidik kaum mukmin untuk memiliki jiwa yang merdeka, setara, dan penuh persaudaraan. Dalam shalat, semua berdiri sejajar di hadapan Allah SWT, menghilangkan rasa angkuh dan kesombongan. Ibadah ini juga melatih umat untuk bersatu, saling tolong-menolong, dan menyadari bahwa mereka seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.

Demikian pula ibadah mahdhah lainnya seperti zakat. Ibadah ini memiliki dampak besar, baik bagi pemberi maupun penerima zakat. Bagi penerima, zakat dapat menjaga kehormatan mereka, meringankan beban hidup, menghilangkan aib kemiskinan, memperkuat keimanan, dan memperkokoh semangat jihad di jalan Allah serta menjaga kemaslahatan umum. Para ibnu sabil dapat melanjutkan perjalanannya dengan bantuan zakat. Anak-anak terlantar dapat disantuni di tempat-tempat yang didanai dari harta zakat.

Banyak hikmah lain yang terkandung dalam setiap aktivitas ibadah manusia. Namun, semua itu hanya bisa dirasakan ketika seseorang menjalankannya dengan benar dan ikhlas. Apa yang ditulis dalam pembahasan ini hanyalah sebagian kecil dari hikmah-hikmah tersebut. Oleh karena itu, jika pembaca ingin mengetahui seluruh hikmah ibadah, maka harus melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

3. Rangkuman

a. Ibadah pada hakikatnya adalah sikap tunduk semata-mata untuk mengagungkan Dzat yang disembah. Jadi, hakikat ibadah adalah penghambaan. Dengan kata lain, ibadah berarti usaha mengikuti hukum-hukum dan aturan-aturan Allah dalam menjalankan kehidupan yang sesuai dengan perintah-perintah-Nya, mulai dari akil baligh sampai meninggal dunia. Indikasi ibadah adalah kesetiaan, kepatuhan, penghormatan serta penghargaan kepada Allah SWT yang dilakukan tanpa batasan waktu.

b. Allah SWT mewajibkan manusia beribadah dengan tujuan agar manusia dapat terhindar dari sesuatu yang buruk dan merugikan, baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan akal sehat kita pun dapat menerima bahwa manusia sebagai makhluk sudah seharusnya tunduk dan patuh kepada Sang Khalik (Pencipta). Hal ini bukan berarti Allah membutuhkan ibadah dari manusia, melainkan manusialah yang membutuhkan ibadah kepada Tuhannya.

c. Jenis ibadah sejatinya terbagi ke dalam berbagai macam pembagian yang variatif, tergantung dari aspek penilaiannya. Salah satu pembagian umum adalah berdasarkan bentuknya, yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah.

d. Ibadah memiliki hikmah dan pengaruh yang besar terhadap hidup dan kehidupan manusia, baik secara personal maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Latihan

  1. Apa yang dimaksud dengan ibadah?
  2. Kenapa manusia wajib beribadah?
  3. Jelaskan secara rinci perbedaan ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah!
  4. Apa hikmah ibadah dalam hidup dan kehidupan manusia?
Lanjut ke Materi Berikutnya