Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai contoh, ayat-ayat tentang ekonomi yang menurut Khallaf hanya berjumlah 10 ayat, merupakan peluang yang cukup besar bagi pengembangan pemikir Islam untuk mengembangkan sistem ekonomi Islam sehingga dapat bersaing dengan sistem ekonomi lainnya.
Salah satu ayat tentang ekonomi yang artinya: "Dan sebagian dari mereka ada yang berjalan (yadribuna) di muka bumi mencari sebahagian karunia Allah." (QS. Al-Muzzammil: 20)
Adapun contoh hadis tentang ekonomi yang artinya: "Dari Shalih bin Suhaib R.A., Rasulullah bersabda, ada tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkahan: jual beli secara tangguh, muqaradah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk dijual." (H.R. Ibnu Majah No: 2280, Kitab at-Tijarat)
Al-Qur'an hanya menyebut kata yadribuna yang asal katanya adalah daraba dan merupakan akar kata dari mudharabah. Demikian juga hadis Nabi hanya menyebut muqaradah tanpa ada penjelasan yang rinci tentang apa yang dimaksud dengan muqaradah tersebut.
Dalam perjalanan sejarah peradaban Islam, mudharabah (bagi hasil) dikenal sebagai salah satu institusi ekonomi Islam, yang dalam prakteknya sahibul mal atau orang yang memiliki harta dapat menjalin kerja sama dengan orang yang memiliki keahlian (mudharib) dengan ketentuan hasil dari usaha akan dibagi dua sesuai dengan kesepakatan.
Pada masa lalu sahibul mal adalah individu-individu yang memiliki kelebihan harta. Namun saat ini, sejalan dengan perkembangan zaman, bank sebagai lembaga keuangan dapat berfungsi sebagai pemilik modal (sahibul mal). Jika pada masa lalu hubungan sahib al-mal dengan mudharib sangat sederhana dan konvensional, sekarang hubungan tersebut terjalin secara modern, yaitu antara bank sebagai lembaga dan nasabah sebagai pengguna modal. Lebih lanjut, masalah ini akan dibicarakan pada Bab Etika Kerjasama dalam Islam.
Adapun ihsan merupakan ajaran Islam tentang akhlak atau moralitas. Nabi Muhammad dalam hadisnya menjelaskan ihsan dengan kalimat: "Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." Ihsan sendiri bermakna berbuat baik; orangnya disebut muhsin. Dengan demikian, ihsan sangat berkaitan erat...