Bina Mualaf Bumi Asri

Telah sempurna dan menyempurnakan ajaran para nabi sebelumnya. Allah berfirman dalam Q.S. al-Maidah ayat 3:

اليوم أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Terjemahnya: "Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu itu untukmu semua, dan Aku telah melengkapkan kenikmatan-Ku padamu, dan Aku telah rela Islam itu sebagai agama untukmu semua."

Kedua, dengan posisinya sebagai nabi terakhir berarti bahwa ajaran yang dibawanya, yaitu agama Islam, bersifat mendunia, untuk seluruh umat manusia. Allah berfirman dalam Q.S. Saba ayat 28:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Terjemahnya: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Ketiga, karena kedudukannya sebagai penutup serangkaian para nabi, maka Nabi Muhammad adalah rasul untuk semua umat manusia. Allah berfirman dalam Q.S. al-A'raf ayat 158:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

Terjemahnya: "Katakanlah: 'Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.'

f. Iman kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir terkait erat dengan iman kepada Allah. Keyakinan akan kemaha-adilan Allah akan dapat diterima dengan mengimani hari akhir. Tidak mungkin seseorang akan dapat memahami keadilan Allah yang sempurna tanpa mengimani adanya hari akhir ini. Karena itu, iman kepada hari akhir merupakan pilar iman yang utama setelah iman kepada Allah. Hal ini terbukti dengan disebutnya iman kepada hari akhir selalu berurutan dengan iman kepada Allah, baik dalam al-Quran maupun dalam hadis.

Hadits Nabi. Mengimani hari akhir sekaligus mengimani pula hal-hal yang terkait dengan hari akhir.

Hari akhir ini nanti akan dimulai dengan adanya hari kiamat, yaitu akhir dari perjalanan hari di dunia ini. Hari kiamat merupakan awal dari adanya perubahan waktu di dunia menuju waktu di akhirat. Pada hari kiamat ini semua makhluk Allah akan dihancurkan sehingga tidak ada satu pun yang tersisa. Setelah itu mulailah hari kebangkitan dan peristiwa-peristiwa lain yang merupakan proses perjalanan yang akan ditempuh oleh semua manusia sebelum akhirnya memasuki surga atau neraka.

Hari akhir atau biasa juga disebut dengan hari akhirat adalah hari hancurnya semua alam semesta ini beserta seluruh kehidupan yang ada di dalamnya. Hari akhir juga bisa dipahami sebagai hari berakhirnya kehidupan di dunia fana ini dan memasuki awal kehidupan baru yang abadi di akhirat. Dengan demikian, mengimani hari akhir berarti membenarkan dengan sepenuh hati bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan lagi yang merupakan kehidupan yang sebenarnya dan bersifat abadi.

Pada kehidupan abadi itulah manusia akan mendapatkan kepastian hidupnya, apakah hidupnya akan berhasil dan berbahagia atau sebaliknya hidupnya akan celaka dan sengsara. Beriman kepada hari akhir juga harus diikuti dengan beriman kepada kehidupan akhirat dan semua peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Di antara peristiwa penting yang terjadi pada hari akhirat adalah kebangkitan manusia dari alam kubur, dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar, perhitungan dan penimbangan, serta pembalasan amal manusia, dan adanya jalan yang dilalui manusia (shirath) untuk menuju ke arah surga atau neraka.

1. Hari kiamat dan kehancuran dunia

Hari akhir sering juga disebut sebagai hari kiamat. Bahkan al-Quran juga memberikan nama-nama lain untuk hari akhir ini. Di antara nama-nama yang disebutkan oleh al-Quran tentang hari akhir ini adalah:

a) Yaumul Qiyamah, atau hari kiamat;

b) Yaumul Mahsyar, atau hari berkumpul (bagi semua manusia);

c) Yaumul Hisab, atau hari perhitungan (amal manusia);

d) Yaumuz Zilzalah, atau hari kegempaan (goncangan);

e) Yaumul Waqi'ah, atau hari kejatuhan;

f) Yaumul Qari'ah, atau hari keributan;

g) Yaumul Ghasyiyah, atau hari pembalasan;

h) Yaumul Haqqah, atau hari kepastian;

i) Yaumut Tammah, atau hari bencana agung;

j) Yaumul Jaza', atau hari pembalasan;

k) Yaumul Wa'id, atau hari ancaman;

l) Yaumul Mizan, atau hari pertimbangan;

m) Yaumul Jami', atau hari pengumpulan;

n) Yaumut Taghabun, atau hari terbukanya segala kecurangan;

o) Yaumul Ba'ts, atau hari kebangkitan;

p) Yaumud Din, atau hari perhitungan; dan

q) Yaumul Khulud, atau hari yang kekal.

Itulah nama-nama hari akhir yang disebutkan oleh al-Quran dalam berbagai ayatnya. Nama-nama itu diberikan terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari akhir tersebut, misalnya disebut dengan hari pembalasan, karena pada hari akhir itu semua manusia akan diberikan balasan sesuai dengan amalnya di dunia, dan begitu juga nama-nama yang lain.

Lanjut ke Materi Berikutnya