2. Kebangkitan manusia dari alam kubur
Pada hari kiamat semua makhluk hidup, baik manusia maupun yang lain, dimatikan dan semua yang ada di alam dunia ini hancur dan berakhir. Semua manusia memasuki satu alam yang disebut alam kubur atau alam barzakh. Di alam barzakh semua manusia terlepas dari kenikmatan dan kesengsaraan jasmani, karena di alam inilah ruh manusia terlepas dari jasadnya.
Alam barzakh ini merupakan alam pemisah antara alam dunia dan alam akhirat. Alam barzakh juga merupakan alam penantian bagi manusia untuk mengumpulkan ruh dan menyempurnakannya sebagai persiapan untuk memasuki alam akhirat.
Semua ruh manusia berkumpul setelah berakhirnya tugas mereka di alam dunia. Ketika ruh-ruh sudah sempurna dalam penantiannya, maka ruh-ruh itu kemudian kembali lagi memasuki jasad-jasad yang pernah ditinggalkannya. Di sinilah semua manusia dibangkitkan lagi dari alam kubur atau alam barzakh dan memasuki alam akhirat untuk menerima balasan atas amal perbuatan yang pernah dilakukannya di dunia.
Pada masa kebangkitan (yaumul ba'ats) semua manusia dikembalikan...
...seperti wujudnya semula, meskipun ketika kematiannya mengalami kehancuran, misalnya karena terbakar atau mengalami kecelakaan. Pada masa ini manusia akan berbeda-beda keadaannya, tergantung kepada amal perbuatan yang dilakukannya di dunia.
Manusia yang amalnya baik di dunia dan suci jiwa dan hatinya, maka tubuh dan ruhnya akan sempurna ketika dibangkitkan. Sebaliknya manusia yang buruk amalnya dan kotor jiwa dan hatinya, maka keadaan tubuh dan ruhnya tidak sempurna. Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim, Nabi Saw. bersabda: "Setiap hamba itu dibangkitkan nanti menurut apa yang ia mati dengannya." Maksud hadits ini, jika manusia mati dengan penuh kebaikan, maka ia dibangkitkan dalam keadaan baik pula, sedang jika manusia mati dengan penuh keburukan, maka ia pun dibangkitkan dalam keadaan buruk dan ngeri.
3. Berkumpulnya manusia di Padang Mahsyar
Setelah semua manusia dibangkitkan dari alam kubur, mereka kemudian berkumpul di suatu tempat terbuka atau padang belantara untuk menunggu putusan dari Allah mengenai baik buruknya hasil dari amal perbuatannya masing-masing. Alam terbuka ini dikenal dengan nama Padang Mahsyar.
Semua manusia berkumpul dan bercampur antara laki-laki dan perempuan dalam keadaan telanjang tanpa berpakaian, tanpa alas kaki, dan juga dalam keadaan belum disunat. Namun, karena pada waktu itu permasalahan yang dihadapi semua manusia cukup berat, tidak pernah terpikirkan sebagian mereka akan melihat tubuh sebagian yang lain.
Dari hadits Nabi Saw. yang lain juga dapat diketahui bahwa pada hari itu matahari sangat dekat dengan manusia, yaitu kira-kira satu mil. Kondisinya sangat panas, sehingga keringat manusia bercucuran. Ada yang keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai pinggul, dan ada yang sampai mulut (HR. Muslim). Karena begitu hebatnya kejadian pada waktu itu, semua manusia berharap agar Allah segera memutuskan semua amal mereka.
Semua manusia kemudian mendatangi Nabi Adam a.s. agar beliau memohonkan syafa'at kepada Allah untuk mereka, namun Nabi Adam tidak dapat memenuhi permintaan mereka. Kemudian mereka mendatangi nabi-nabi yang lain satu persatu hingga kepada Nabi Isa a.s., namun semua nabi itu juga tidak dapat memenuhi permintaan mereka. Hingga pada akhirnya mereka menemui Nabi Muhammad Saw. untuk maksud yang sama. Nabi Muhammad Saw. memenuhi permintaan mereka dan...
...kemudian memohon ke hadirat Allah dengan penuh ketundukan kepada-Nya hingga Allah memenuhi permintaan beliau untuk memberi syafa'at kepada manusia. Setelah itu dilakukan putusan amal manusia yang diawali dengan pembagian buku catatan amal, lalu dilakukan perhitungan dan penimbangan amal semua manusia.