c. Neraka
Dalam bahasa Arab neraka disebut dengan nar. Kata nar dari segi bahasa berarti api. Neraka merupakan lembah kebinasaan dan tempat terburuk di akhirat yang disediakan untuk orang-orang kafir. Tingkat kesengsaraan dan kepedihan di neraka juga bertingkat-tingkat, mulai yang paling rendah hingga yang paling tinggi.
Yang paling ringan siksanya adalah tingkatan yang paling tinggi dan yang paling pedih siksanya adalah yang paling rendah. Setiap tingkatan memiliki nama khusus dan pintu khusus (QS. al-Hijr (15): 43–44, dan QS. an-Nisa' (4): 145).
Para penghuni neraka memasuki neraka secara berombongan dan berduyun-duyun, satu demi satu rombongan, tingkatan demi tingkatan, dan diperlihatkan neraka kepada mereka (QS. az-Zumar (39): 71). Dalam al-Quran dan hadits juga disebutkan beberapa nama neraka dan tingkatan-tingkatannya.
Jika di surga penghuninya merasakan berbagai kenikmatan, maka di neraka penghuninya akan merasakan berbagai kepedihan dan kesengsaraan. Di neraka ini terdapat berbagai siksa dan kesengsaraan yang belum terlihat oleh mata dan belum terdengar oleh telinga. Di dalamnya terdapat binatang-binatang berbahaya seperti ular dan kalajengking yang gigitan atau sengatannya luar biasa sakitnya.
Di neraka pun Allah menyediakan makanan dan minuman agar penghuninya tetap hidup, namun makanan dan minuman ini tetap berakibat...
Resengsaraan. Di antara makanan dan minuman di neraka adalah buah Zaqqum (buah yang pahit yang dapat menyumbat tenggorokan), darah dan nanah, duri, air yang sangat panas, air besi yang mendidih dan air al-gauthah (air yang keluar dari kemaluan wanita-wanita pezina).
Penghuni neraka ini tidak akan mati meskipun disiksa terus dengan siksaan yang amat berat (QS. an-Nisa' (4): 56, az-Zukhruf (43): 77, QS. Fathir (35): 36, dan QS. al-A'la (87): 11-13).
Jika penghuni surga akan kekal di dalamnya, maka tidak demikian halnya para penghuni neraka. Penghuni neraka ada yang kekal di dalamnya dan ada yang tidak kekal di dalamnya. Orang-orang yang meninggal dalam keadaan kafir akan kekal di dalam neraka. Namun orang-orang yang meninggal dalam keadaan beriman tetapi berbuat dosa akan berada di neraka untuk merasakan akibat dosa mereka, dan setelah habis masanya di neraka mereka akan keluar dari neraka kemudian masuk ke surga sesuai dengan imannya.
g. Iman Kepada Qadha dan Takdir
Iman kepada qadla' dan qadar Allah juga merupakan konsekuensi logis atau akibat langsung dari iman kepada Allah. Mengimani Allah harus disertai dengan mengimani ketetapan-ketetapan-Nya. Karena itu, iman kepada qadla' dan qadar merupakan satu bagian dari keseluruhan iman yang sempurna.
Allah lah yang menciptakan semua makhluk di alam semesta ini dan Allah juga yang menetapkan semua ketentuan dan ketetapan yang melekat pada semua makhluk tersebut. Ketentuan-ketentuan ini ada yang ditetapkan oleh Allah sejak zaman azali yang tidak dapat diubah-ubah sama sekali dan ada yang diberikan keputusannya kepada manusia setelah melalui proses tertentu. Inilah gambaran dari qadla' dan qadar Allah yang harus diyakini oleh semua umat Islam. Untuk memahami iman kepada qadla' dan qadar secara lebih rinci ikutilah pembahasan di bawah.
Dari segi bahasa qadla berarti hukum, perintah, memberikan, menghendaki, dan menjadikan. Sedang qadar berarti batasan, menetapkan ukuran. Secara sederhana dapat diartikan bahwa qadla' adalah ketetapan Allah yang telah ditetapkan (tetapi tidak kita ketahui), sedang qadar adalah ketetapan Allah yang telah terbukti (diketahui karena sudah terjadi). Iman kepada qadla' dan qadar Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah sudah menetapkan berbagai ketentuan yang terjadi pada semua mahluk ciptaannya.