Bina Mualaf Bumi Asri

4. Perhitungan dan penimbangan amal manusia

Kemaha-adilan Allah terlihat pada saat perhitungan dan penimbangan amal di hari akhirat ini. Pada saat ini semua manusia akan terlihat sesuai dengan amal mereka ketika hidup di dunia. Yang baik terlihat berbeda dengan yang jelek, yang Muslim berbeda dengan yang kafir, yang berbakti berbeda dengan yang durhaka, dan seterusnya.

Perhitungan amal manusia berkisar pada isi buku catatan amal yang diberikan kepada setiap manusia pada saat pemutusan amal dan akan dibaca oleh setiap manusia yang menerimanya, meskipun dulunya (ketika di dunia) tidak bisa membaca. Saat menerima buku catatan ini, manusia juga berbeda-beda, ada yang menerimanya dari sebelah kanannya, ada yang dari sebelah kirinya, dan ada pula yang dari belakangnya.

Allah Swt. berfirman dalam Q.S. al-Insyiqaq ayat 7-12:

لَا هَ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا وَيَنقَلِبُ فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا وَيَصْلَى سَعِيرًا

Terjemahnya: "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: 'Celakalah aku!' Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)."

Penjelasan yang lebih rinci tentang hal itu ditegaskan Allah dalam al-Quran surat al-Haqqah (69): 19-37. Dalam ayat-ayat itu dijelaskan perbedaan yang jelas antara orang yang menerima buku catatannya dari sebelah kiri dengan yang menerimanya dari sebelah kanan.

Dalam perhitungan amal itu dibentangkan timbangan yang sangat adil. Semua manusia maju satu persatu untuk dilakukan perhitungan dan...

...penimbangan amalnya. Ada manusia yang melaluinya dengan mudah dan ada yang melaluinya dengan sulit, tergantung amalnya masing-masing. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, bukan mulut yang menjawabnya, tetapi anggota tubuh yang menjawabnya.

Semua manusia akan melihat amalnya langsung, baik amal yang baik maupun amal yang buruk (QS. al-Zalzalah (99): 6-8). Dalam QS. al-Anbiya (21): 47 dan QS. al-Mu'minun (23): 102-105 dijelaskan bahwa Allah memasang timbangan amal untuk manusia, siapa yang berat timbangan amal baiknya maka dialah yang beruntung dan akan masuk ke surga, dan sebaliknya siapa yang ringan timbangan amal baiknya dialah yang rugi dan akan masuk ke neraka.

5. Shirath, surga, dan neraka

a. Shirath

Setelah dilakukan perhitungan dan penimbangan amal dan penjelasan mengenai manusia yang beruntung dan rugi, maka semua manusia harus melewati jembatan kecil yang dibentangkan di atas neraka Jahannam yang merupakan jalan menuju surga. Jembatan inilah yang disebut dengan shirath. Kondisi manusia pada saat melewati jembatan itu adalah sesuai dengan amalnya ketika di dunia.

Ada manusia yang melewatinya dengan cepat seperti kilat, ada yang melewatinya lebih lambat dari itu, dan ada yang melewatinya dengan merangkak dengan kedua tangan dan kakinya. Yang tidak berhasil melewati jembatan itu akan jatuh ke neraka Jahannam. Bagi mereka yang selamat melewati jembatan ini, yakni orang-orang yang beriman, mereka akan berhenti di atas jembatan antara surga dan neraka untuk dibersihkan dan disucikan dari setiap apa yang telah terjadi di antara mereka tentang permusuhan, kebencian, dan kotoran-kotoran lainnya.

Setelah itu mereka diizinkan masuk ke surga. Surga dan neraka adalah dua tempat yang menjadi tujuan akhir dari perjalanan manusia. Surga merupakan tempat yang penuh dengan kenikmatan yang akan dihuni oleh orang-orang yang taat kepada Allah dan neraka merupakan tempat yang penuh dengan kesengsaraan yang akan dihuni oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah.

b. Surga

Dalam bahasa Arab surga disebut dengan jannah. Kata jannah berarti kebun atau taman yang berisi berbagai pepohonan. Surga merupakan suatu...

...tempat tinggal abadi bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah. Luas surga digambarkan seluas langit dan bumi (QS. Ali Imran (3): 133).

Adapun bau surga tercium dari jarak perjalanan seratus tahun. Nabi Saw bersabda: "Sesungguhnya bau surga didapatkan dari jarak perjalanan seratus tahun" (HR. Ahmad). Dalam riwayat yang lain ditegaskan lima ratus tahun jarak perjalanan.

Surga juga memiliki delapan pintu, salah satunya adalah pintu Rayyan yang diperuntukkan khusus bagi orang-orang yang berpuasa (HR. al-Bukhari). Pintu-pintu surga ini sangat luas dan besar. Jarak antara satu pintu ke pintu yang lain sejauh jarak perjalanan empat puluh tahun. Meskipun demikian, orang-orang yang memasukinya tetap berdesak-desakan.

Di surga Allah memberikan berbagai kenikmatan yang belum pernah dijumpai manusia di dunia ini. Kenikmatan di surga jauh melebihi kenikmatan di dunia.

Lanjut ke Materi Berikutnya